Dipelihara di Luar Habitat, Ternyata Makaka Bisa Berperilaku Abnormal

8 Jul 2023
Admin YIARI

Dipelihara di Luar Habitat, Ternyata Makaka Bisa Berperilaku Abnormal

oleh | Jul 8, 2023

Primata makaka seperti monyet ekor panjang dan beruk punya perilaku alaminya tersendiri di alam. Di alam, primata makaka bisa mengekspresikan nalurinya melalui tingkah laku normal. Tingkah ini meliputi tingkah agonistik atau perilaku menyerang, tingkah sosial afiliatif (grooming), perilaku seksual, bermain, makan, dan istirahat. 

Perilaku saling grooming monyet ekor panjang di dalam kandang (Yayasan IAR Indonesia)

Sobat #KonservasYIARI pasti jadi penasaran selain tingkah laku normal, apa ada tingkah laku makaka lainnya?

Ya, ada! Tingkah laku lainnya itu disebut dengan tingkah laku abnormal. Biasanya perilaku ini bakal muncul saat makaka ada di penangkaran dan laboratorium. Perilaku abnormal ini juga muncul saat makaka berada di tempat pemeliharaan pribadi, pameran, dan juga atraksi.

Munculnya perilaku abnormal ini dikarenakan: satwa ditempatkan di kandang dalam waktu yang lama, dikandangkan sendiri, tidak ada kontak visual atau auditori dengan satwa lain, kandang terlalu sempit, dan tidak ada atau tidak memadainya pengayaan lingkungan. Munculnya tingkah laku abnormal ini bisa dijadikan sebagai tanda atau indikator bahwa satwa yang berada di lingkungan tersebut menderita secara psikologis.

Perilaku diam monyet ekor panjang di kandang (Yayasan IAR Indonesia)

Lalu apa saja tanda perilaku yang menunjukkan tingkah laku abnormal pada makaka?

Tingkah laku abnormal ini bisa ditandai dengan adanya tingkah stereotypies yang punya arti tingkah laku berulang tanpa adanya tujuan atau faedah untuk makaka. Nah contoh dari tingkah laku stereotypies ini antara lain, tingkah laku berjalan bolak-balik, melompat berulang-ulang, jungkir balik, menggoyang-goyangkan badan, mencabuti rambut, menghisap jari, dan menggigit jari tangan atau kaki.

Duh Sobat #KonservasYIARI ternyata selama ini perilaku yang dikira “lucu atau menghibur” adalah pertanda bahwa makaka sedang mengalami tekanan dan penderitaan secara psikologis. Yuk hentikan gerakan pemeliharaan satwa liar! Untuk apa pelihara satwa liar jika hanya membuat satwa itu menderita.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Referensi :

Sajuthi D, Astuti DA, Perwitasari D, Iskandar E, Sulistiawati E, Suprapto IH, Kyes RC. 2016. Hewan Model Satwa Primata Volume I Macaca fascicularis Kajian Populasi, Tingkah Laku, Status Nutrien, dan Nutrisi untuk Model Penyakit. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Cahya Riza Haromaen

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

7
Jul 15, 2024

Flora dan Fauna di Indonesia: Definisi, Jenis, Karakteristik

Hai, sobat #KonservasYIARI! Jika seseorang bertanya, "Apa saja kekayaan alam berupa flora dan fauna di Indonesia?" banyak dari kita akan langsung menyebut Rafflesia arnoldii, anggrek hitam, komodo, dan badak jawa. Nama-nama ini mungkin sudah tidak asing lagi, namun...

7
Jul 4, 2024

Lima Prinsip Kesejahteraan Satwa yang Harus Kamu Ingat!

Pasti Sobat #KonservasYIARI mendambakan hidup sejahtera dan bebas, bukan? Seperti halnya manusia, hewan juga merupakan makhluk hidup yang berhak menikmati kehidupan yang bebas dan sejahtera. Kesejahteraan hewan, yang dikenal dengan lima prinsip kebebasan...

7
Jun 26, 2024

Hutan Mangrove, Rumah bagi Biota dan Fauna yang Mesti Dilindungi

Fungsi hutan mangrove ternyata lebih banyak daripada yang kita duga, fungsi dan perannya tidak hanya melulu menahan laju abrasi pantai. Sebab, berbagai jenis biota dan fauna menghuni kawasan ekosistem satu ini, memberi manfaat bagi lingkungan maupun untuk...

Artikel Terkait