Memberi Kesempatan Anak-Anak Meraih Masa Depan

9 Apr 2021
Fattreza Ihsan

Memberi Kesempatan Anak-Anak Meraih Masa Depan

oleh | Apr 9, 2021

Di masa pandemi seperti ini, anak-anak menjadi kelompok dari masyarakat yang terbilang paling merasakan kesulitan. Di usia mereka, anak-anak seharusnya mengalami momen-momen bermain di luar, bersekolah, berinteraksi dengan kawan-kawan seusianya, bersosialisasi, namun semua itu harus diredam karena dunia tengah dilanda virus Covid-19 yang hingga sekarang belum ditemukan solusi pengobatannya.

Salah satu momen yang paling hilang dari anak-anak ini adalah pendidikan. Sekolah kini harus berevolusi menggunakan sistem daring. Tentu saja untuk Indonesia, sistem ini masih belum bisa dijalankan secara ideal. Banyak daerah yang belum memiliki akses internet. Belum lagi dari sisi piranti, masih tak terhitung banyaknya anak-anak di pedalaman yang belum mengetahui komputer apalagi menggunakannya.

Melihat kenyataan ini, tim edukasi di International Animal Rescue (IAR) Ketapang mengadakan program pelatihan pengetahuan dasar tentang pengoperasian komputer kepada anak-anak di desa-desa penyangga taman nasional, yang dalam hal ini adalah Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), yaitu Desa Mawang Mentatai dan Desa Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Kegiatan yang dimulai sejak 3 Februari 2021 ini difasilitasi IAR Indonesia dengan menyediakan 10 unit laptop dan seperangkat genset, UPS, dan stabilizer. Di tahap awal, pelatihan ini memberikan dasar-dasar pengoperasian komputer dan penggunaan Microsoft Office seperti Word, Excel, dan Power Point.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias dalam mempelajari komputer. Sesekali, mereka bertanya pada para pengajar mengenai program yang sedang ia tekuni. Para pengajar pun dengan senang hati memberi mereka arahan kepada mereka. Anak-anak yang berusia 10-17 tahun ini sangat senang untuk mengulik-ulik berbagai macam program di komputer, seperti program mengetik dan menggambar.

Program ini diintegrasikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah, menyasar siswa-siswi sekolah dasar dan menengah serta anak putus sekolah. Selain untuk menyiapkan anak-anak dan remaja di kedua desa ini untuk bisa menghadapi era digital secara baik dan benar, serta mampu menumbuhkan kapasitas siswa dan remaja putus sekolah di bidang informasi teknologi sehingga mereka mempunyai keterampilan tambahan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, program ini juga diharapkan bisa menjadi aktivitas positif untuk mengalihkan anak muda dari kegiatan yang bersifat merusak alam seperti mencari kayu hutan untuk dijual dan berburu satwa dilindungi.

Hasil survei sosial dan pendidikan yang dilakukan pada akhir tahun 2017 lalu di Desa Mawang Mentatai dan Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menemukan fakta bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat yang tinggal di dua desa penyangga ini masih sangat bergantung pada hutan.

Dengan kondisi ini, masyarakat pra sejahtera yang secara ekonomi masih sangat tergantung kepada hutan berpotensi merusak hutan bila eksploitasi alam yang tidak berkesinambungan terus berlanjut. Untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, salah satu faktor yang penting adalah adanya akses pendidikan yang layak dan memadai.

”Banyak anak-anak kita yang tidak dapat bersekolah lagi karena pandemi. Di perkotaan dengan infrastruktur yang sudah maju, sekolah tatap muka dapat digantikan dengan sekolah daring, tetapi tidak demikian dengan anak-anak kami di areal ini. Pandemi yang dibayangi dengan akses yang sangat terbatas terhadap kemajuan teknologi sangat menghambat pendidikan di area ini. Sangat tidak adil kalau kita tidak memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka,” ujar Direktur Program IAR Indonesia, Karmele L. Sanchez.

“Dengan program ini, kami berharap anak-anak di dua desa penyangga ini bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Anak-anak yang megikuti program ini sangat gembira mendapatkan kesempatan ini dan kami lebih bahagia lagi bisa melihat ana-anak ini belajar komputer untuk pertama kalinya. Kami yakin bahwa pendidikan adalah tumpuan untuk masa depan yang lebih baik dan anak-anak adalah masa depan kita dan masa depan dunia,” jelasnya lagi.

Untuk program yang baru diadakan pertama kali ini, IAR Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi mengadakan program pelatihan komputer di dua desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, yaitu Desa Mawang Mentatai dan Desa Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Program ini disambut baik oleh mitra pemerintah setempat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Drs. H. Joko Wahyono M.Si menyatakan dukungannya terhadap program ini dengan menerbitkan surat rekomendasi untuk sekolah sekolah yang berada di Desa Nusa Poring dan Mawang Mentatai. “Kami mendukung kegiatan ini dan mengarahkan para guru yang mampu mengoperasikan komputer untuk dapat membantu program ini serta guru yang belum mampu diharapkan turut serta mengikuti program ini,” ujarnya. “Kami juga meminta semua siswa yang masuk kriteria untuk mengikuti program ini dan kami akan memberikan sertifikat kepada siswa yang telah mengikuti pelatihan ini dengan baik sampai selesai,” jelasnya lagi.

Bantuan bagi pendidikan generasi muda, tak hanya IAR Indonesia lakukan dalam bentuk pelatihan komputer. Sejak awal tahun 2020, kami memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak di desa Mawang Mentatai dan Nusa Poring untuk 18 anak yang terdiri dari 14 anak perempuan dan empat anak lelaki.

Selain bantuan pendidikan formal, kami juga melakukan kegiatan dan pengajaran berbasis kepedulian lingkungan bagi para generasi muda. Salah satunya, untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, IAR Indonesia mengajak anak-anak dari Taman Baca Sir Michael Uren bersama dengan masyarakat dan wisatawan pantai untuk berkolaborasi mengadakan aksi bersih pantai di Pantai Pantai Tanjung Belandang, Kalimantan Barat.

Dengan terlaksananya program-program edukasi ini, IAR Indonesia berharap besar bahwa para generasi muda mendapatkan pendidikan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Diharapkan pula niat baik ini dapat dijadikan titik tolak untuk penumbuhan kepedulian baik bagi masyarakat secara umum maupun generasi muda secara khusus terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup di wilayahnya. Dukungan dari segala pihak sangat dihargai supaya para generasi muda berpotensi ini dapat tumbuh menjadi pelindung lingkungan yang hebat.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait