YIARI Rayakan Hari Keanekaragaman Hayati melalui  Harmonisasi Seni dan Konservasi

28 Mei 2024
Admin YIARI

YIARI Rayakan Hari Keanekaragaman Hayati melalui  Harmonisasi Seni dan Konservasi

oleh | Mei 28, 2024

Ketapang, 19  Mei 2024  –   Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati (HKH), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengadakan serangkaian kegiatan di Learning Centre Sir Michael Uren, Ketapang. Acara ini diisi dengan presentasi kreatif dari siswa yang terlibat dalam After School Program (ASP) YIARI, dihadiri oleh siswa, orang tua, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang, PT. MPK, aparatur Desa Sungai Awan Kiri, juga beberapa media lokal. 

After School Program (ASP) yang dijalankan oleh YIARI merupakan inisiatif pendidikan untuk melibatkan siswa dalam aktivitas pembelajaran dan kreativitas di luar jam sekolah reguler. Berfokus pada edukasi lingkungan dan konservasi, program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi dan memperdalam pengetahuan serta keterampilan mereka tentang keanekaragaman hayati dan pelestarian alam.

Hadirin tetap semangat mengikuti rangkaian acara di tengah cuaca terik siang itu (Heribertus Suciadi | YIARI)

Sekretaris Dinas Pendidikan, Rudy, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi Dinas Pendidikan kepada YIARI, “Program ASP mendorong siswa lebih termotivasi dan berinovasi dalam karya dan kegiatan lainnya dalam rangka meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang mungkin belum didapatkan secara optimal di sekolah. Kami melihat apa yang telah dilakukan oleh YIARI bisa menjadi contoh dalam penerapan muatan lokal.”

Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian alam, “Kami juga mengharapkan beberapa program kegiatan antara Dinas Pendidikan dengan YIARI untuk mengadakan sosialisasi memberikan pengetahuan ke sekolah-sekolah untuk muatan lokal, terutama menyangkut tentang Sekolah Hijau. Kami akan menggandeng YIARI dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam bidang pelestarian alam, karena potensi alam yang ada di Ketapang sangat banyak dan melimpah. Kita tidak hanya mengenalkan kekayaan alam yang  hampir punah, tapi juga sumber daya alam yang masih melimpah. Semoga  kegiatan seperti ini akan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kekayaan alam yang kita miliki.”

Hari keanekaragaman hayati sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Mei merupakan kesempatan global untuk mengakui dan merayakan kekayaan alam yang kita miliki di planet ini. Tahun ini, HKH mengusung tema “Be Part of the Plan“, sebuah ajakan global yang melibatkan semua pihak dalam upaya pemulihan keanekaragaman hayati. Pertunjukan karya seni, pertunjukan tari tradisional dan modern, pembacaan puisi, serta pemutaran video animasi yang ditampilkan, semuanya bertujuan untuk mendidik dan memotivasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam.

Penampilan tari melayu “pokok bakau” yang menunjukkan kekuatan, keindahan, dan fungsi bakau (Heribertus Suciadi | YIARI)

Seluruh rangkaian acara memegang peranan penting dalam upaya konservasi. Acara ini juga memfasilitasi dialog antara para pelajar dan para pemangku kepentingan, membuka lebih banyak kesempatan kerjasama dalam upaya konservasi. Melalui edukasi dan seni, peringatan HKH tidak hanya merayakan keindahan alam, tetapi juga menanamkan pentingnya tindakan konservatif dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang disampaikan melalui tarian, puisi, solo vokal, multimedia, serta teater dalam bahasa Inggris memperkuat urgensi dan tanggung jawab bersama dalam melindungi ekosistem kita.

Pada kunjungannya dalam rangka Edu-tourism 16 Mei 2024, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang, Junaidi Firawan S.Sos., M.E mengapresiasi adanya YIARI di Ketapang. “YIARI sangat peduli terhadap kesimbangan alam, serta habitat dan satwa yang ada di lingkungan YIARI ini.”

Para performer setelah menyampaikan pesan konservasi melalui pertunjukkan seni yang mereka tampilkan (Muffidz Ma’sum | YIARI)

Setiap pertunjukan dan kegiatan yang diadakan selama HKH memiliki makna mendalam. Tarian anak Dayak, misalnya, bukan hanya perwujudan estetika, tapi juga menggambarkan persatuan dan persahabatan anak anak yang mencintai alam, sekaligus percaya pentingnya menjaga satwa. Pembacaan puisi dan orasi yang dilakukan oleh para siswa ASP lebih dari sekadar ekspresi artistik; pesannya mengingatkan kita tentang kerusakan yang disebabkan manusia, serta urgensi untuk melakukan upaya menjaga alam. Di sisi lain, video animasi tentang kebakaran hutan mengingatkan kita tentang konsekuensi nyata dari tindakan tidak bertanggung jawab dan pentingnya pemulihan dan pelestarian ekosistem.

Dieka Pertiwi, manajer edukasi dan penyadartahuan YIARI menyampaikan harapan terselenggaranya acara ini sebagai wadah berekspresi para siswa. “Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan menjadi wadah bagi anak-anak berekspresi dan menyuarakan pesan konservasi.”

YIARI berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan berkontribusi dalam acara peringatan ini. Semoga acara ini bisa menjadi upaya mengokohkan komitmen bersama dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang berkelanjutan! 🙌

Potret suksesor di balik perayaan HKH ini (Heribertus Suciadi | YIARI)

***

Narahubung:

Heribertus Suciadi Nugraha

Manajer Media dan Komunikasi

Telp: +62 821-5346-2720

Email: heribertus@internationalanimalrescue.org

Tentang Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI):

Berdiri sejak 2008, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi yang didukung secara penuh oleh International Animal Rescue (IAR) untuk bergerak di bidang pelestarian primata Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pasca lepas liar. YIARI berkomitmen memberikan perlindungan terhadap primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa, dan manusia.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait