Cerita Magang dari Teman-teman Magang Universitas Lampung

6 Jul 2022
Admin YIARI

Cerita Magang dari Teman-teman Magang Universitas Lampung

oleh | Jul 6, 2022

Pada Januari 2022 hingga April 2022 lalu kami kedatangan tamu teman-teman akademisi lho. Mereka adalah para mahasiswa dari Universitas Lampung. Mereka adalah Annisa, Cita, Jihan, dan Adib. Di sini mereka belajar mengenai pekerjaan-pekerjaan konservasi dan melakukan penelitian di pusat restorasi kami di Batu Tegi, Lampung.

Kegiatan apa aja sih yang mereka lakukan selama magang di Yayasan IAR Indonesia? Yuk kita simak ceritanya langsung dari mereka~

Annisa Zahwa Salsabila

Halo, Sobat IAR, nama saya Annisa Zahwa Salsabila. Saat ini saya berkuliah di Universitas Lampung semester 6.

Saya tertarik melakukan kegiatan magang di Yayasan IAR Indonesia karena saya tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai konservasi, kebetulan, IAR menyediakan fasilitas untuk belajar mengaplikasikan ilmu mengenai ekologi yang telah dipelajari di perkuliahan, seperti analisis vegetasi, pemasangan kamera trap, serta penggunaan GPS, saya juga berkesempatan untuk ikut serta dalam program konservasi dan kemasyarakatan, serta membantu kami untuk dapat mempelajari aplikasi dari macam-macam metode pengamatan dalam ranah ekologi.

Aktivitas yang telah dilakukan selama melakukan PKL di YIARI di antaranya mempelajari cara penggunaan ArcGis yang merupakan suatu software berbasis Geographic Information System (GIS), kemudian mempelajari mengenai teori serta mengolah data di SMART app untuk melakukan pengumpulan data, lalu ada kegiatan Pemberdayaan Masyarakat atau Community Development (Comdev) berupa penyuluhan mengenai sosialisasi pendampingan petani berkelanjutan, dan pemanfaatan agroforestry, serta mengunjungi taman baca jalosi sanak negeri dan mengajak belajar serta bermain bersama anak-anak yang mengunjungi taman baca tersebut.

Annisa mengajarkan tarian daerah kepada anak-anak Taman Baca Jalosi Sanak Nagari (Dok. Pribadi)

Kemudian saya juga berkesempatan untuk terjun langsung ke salah satau Hutan Lindung yang ada di Batutegi yaitu Way Rilau (bersama dengan tim Biodiversity) dan melakukan beberapa kegiatan membantu penelitian dan monitoring biodiversitas. Dari data yang telah diperoleh dan dioleh dapat disimpulkan bahwa kucing emas memiliki pola aktivitas diurnal. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu keberadaan satwa mangsa dari kucing emas yang kebanyakan aktif pada siang hari. Setelah dilakukan analisis pola aktivitas kucing emas dan satwa mangsa potensialnya.

Pengalaman menarik yang saya dapatkan yaitu saya jadi mengetahui bagaimana keadaan dengan hutan secara langsung, karena sebelumnya saya belum pernah melihat keadaan hutan lindung secara langsung ke lapangan, dan melihat bagaimana kondisi konservasi yang ada di Batutegi. Kemudian pengalaman menarik selanjutnya yaitu saya dapat bertemu dengan orang-orang hebat yang sangat berani dan ahli dalam bidang nya, selain itu saya dapat mengetahui bagaimana rasanya berkemah dihutan lindung secara langsung.

Cita Ramadhanti

Halo, nama saya Cita Ramadhanti; biasa dipanggil Cita. Saat ini, saya sedang berkuliah di Universitas Lampung dan menjalani semester keenam di Program Studi S1 Biologi.

Saya tertarik magang di Yayasan IAR Indonesia karena seluruh staf IAR sempat membantu saya dan tim saya ketika melaksanakan inventarisasi mamalia dan herpetofauna di hutan lindung Batutegi, Lampung pada Agustus 2021. Budaya kerja yang fleksibel namun tertib membuat saya merasa senang dan merasa dapat berekspresi senyaman mungkin untuk melakukan kegiatan baik di lapangan maupun di kantor.

Kalau untuk kegiatan di lapangan cukup banyak ya! Saya berkesempatan untuk terlibat dalam program Comdev ke Gapoktan Mandiri Lestari dan melaksanakan focus group discussion mengenai rencana pendampingan para petani, mengikuti Fun Camp di Air Bakoman dan bertemu dengan para anggota Saka wanabakti, belajar mengoperasikan ArcGIS untuk membuat peta, memprogramkan SMART Mobile untuk inventarisasi kehati dan membuat laporan, dan turun ke lapangan untuk membantu rekan lain yang sedang menjalankan penelitian. Penelitian yang saya lakukan di YIARI adalah inventarisasi kupu-kupu di Blok Way Rilau Resort Way Sekampung hutan lindung Batutegi. Saya dibantu oleh Kak Aris, Kak Ayun, Pakde Kudil, Kang Bobby dan teman-teman dalam melaksanakan penelitian ini.

Cita bersama preparasi kupu-kupu yang ditelitinya (Dok. Pribadi)

Pengalaman menarik selama Saya berhasil menemukan spesies endemik Borneo di lokasi pengamatan yaitu Mycalesis amoena pada hari pertama. Penemuan ini menjadi rekaman pertama ditemukannya spesies tersebut di Sumatra sehingga saya memutuskan untuk mempublikasikannya dalam bentuk artikel ilmiah. Selain itu, saya menemukan keberadaan Trogonoptera brookiana yang awalnya saya kira adalah burung karena rentang sayapnya yang panjang dan cukup besar. Warnanya sangat indah dan menarik, membuat saya terus memperhatikan spesies tersebut. Proses penangkapan kupu-kupu juga saya masukkan ke daftar pengalaman menarik. Saya, Kak Aris, dan Kak Ayun harus mengendap-endap agar kupu-kupu tidak terbang. Memang sulit, tapi setelah mendapatkan kupu-kupunya jadi kebanggaan tersendiri.

Adib Ahmad Daffa

Halo, teman-teman. Nama saya Adib Ahmad Daffa. Saya berkuliah di Universitas Lampung dan sekarang sedang menjalani semester 6. Saya tertarik untuk melakukan magang di Yayasan IAR Indonesia karena IAR Indonesia menurut saya salah satu pusat rehabilitas alam yang bagus dan program yang dimiliki IAR Indonesia sangat menarik.

Banyak kegiatan yang dilakukan saat magang seperti belajar menggunakan kamera trap, aplikasi membuat peta, menentukan titik koordinat, patroli rutin ke kawasan hutan dan lainnya. Untuk saya sendiri melakukan penelitian persebaran satwa mangsa kucing emas berdasarkan data kamera trap, jadi pada ketinggian dan grid berapa yang terdapat satwa mangsanya sehingga dapat melihat potensi keberaadaan kucing emas dan satwa mangsanya. 5. Pengalaman paling menariknya itu saat saya mengikuti kegiatan patroli rutin, karena saya dan tim dari IAR itu melakukan patroli dengan berjalan kaki ke tempat yang pernah menjadi tempat penambangan batu kristal ilegal karena takut saja kalau saat melakukan patroli bertemu dengan oknum yang melakukan penambangan ilegal lagi.

Adib bersama staf lapangan kami di depan baliho himbauan di Kawasan Hutan Lindung Batutegi (Dok. Pribadi)

Pengalaman menarik bagi kami selama magang di Yayasan IAR Indonesia adalah memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman ketika berada di hutan secara langsung. Ketika di hutan, saya dapat melihat satwa secara langsung di habitat aslinya yang sedang melakukan aktivitas alaminya. Setelah melalukan kegiatan magang di Yayasan IAR Indonesia, pandangan saya terhadap konservasi ini merupakan kegiatan yang memang sulit dilakukan karena banyak masyarakat yang masih belum menganggap bahwa konservasi itu penting, sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat membantu dalam proses konservasi.

Jihan Kamila Wardani

Nama saya Jihan Kamila Wardani. Saya adalah mahasiswa Jurusan Biologi di Universitas Lampung, Semester 6. Saya tertarik magang di Yayasan IAR Indonesia karena sebelumnya saya tertarik dengan kegiatan konservasi dan juga topik atau tema ekologi di Jurusan saya, kemudian mendapatkan rekomendasi dari dosen mengenai instansi yang dapat mendukung ketertarikan saya. Kemudian saya merasa bahwa beberapa kegiatan dari Yayasan IAR Indonesia ini dapat mendukung ketertarikan saya dalam kegiatan konservasi maupun mempelajari ekologi.

Kegiatan yang saya lakukan selama magang di Yayasan IAR Indonesia antara lain mempelajari instrument yang digunakan selama melakukan penelitian di lapangan, mempelajari penggunaan aplikasi SMART App dan ArcGIS. Kemudian saya juga melakukan kegiatan Community Development (Comdev) di bidang edukasi yakni mengunjungi taman baca Jalosi Sanak Negeri, dimana aktivitas yang saya dan teman-teman lakukan yakni mengajak anak-anak taman baca melakukan permainan yang mengedukasi, membacakan dongeng, dan juga mengajari menari tari tradisional adat Lampung. Selain itu saya juga melakukan survey provider untuk digunakan pada program SMS Blast pada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Air Naningan. Kegiatan monitoring bersama tim Biodiversity juga sempat saya ikuti di daerah Way Rilau

Jihan bersama teman-teman pemagang memasang kamera jebak untuk monitoring satwa liar di Hutan Lindung Batutegi (Dok. Pribadi)

Kegiatan akhir yang saya lakukan adalah mengolah data kamera jebak yang datanya saya jadikan laporan mengenai kegiatan PKL yang saya lakukan. Penelitian yang saya lakukan adalah melakukan inventarisasi menggunakan data kamera jebak mengenai potensi satwa mangsa kucing emas di kawasan Hutan Lindung Batutegi.

Pengalaman menarik bagi kami selama magang di Yayasan IAR Indonesia adalah memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman ketika berada di hutan secara langsung. Ketika di hutan, saya dapat melihat satwa secara langsung di habitat aslinya yang sedang melakukan aktivitas alaminya.

Yuk, dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait