Ancaman Sampah Plastik Bagi Ekosistem Laut

28 Jul 2022
Admin YIARI

Ancaman Sampah Plastik Bagi Ekosistem Laut

oleh | Jul 28, 2022

Mumpung masih dalam rangka perayaan hari Mangrove Internasional yang jatuh pada 26 Juli 2022 ini, kami mau bagi cerita tentang gelar wicara daring bertajuk “Pengelolaan Limbah Sampah Berkelanjutan: Harapan Bagi Satwa Liar” yang diselenggarakan oleh PRIMALI Berdaya pada 22 Mei 2022. Gelar wicara tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Ratih Permitha Syury dari Plastic Free Ocean Network (PFON) dan Damai Mendrofa dari Yayasan Menjaga Pantai Barat. PFON merupakan sebuah wadah bagi komunitas pemerhati sampah di pesisir pantai yang digagas oleh Plastic Free Ocean Program WWF Indonesia yang dikoordinatori oleh Ratih Permitha Syury. Lalu, Yayasan Menjaga Pantai Barat sendiri merupakan sebuah gerakan yang dibangun oleh Damai Mendrofa, seorang aktivis sampah dari Tapanuli, Sumatra Utara.

Dalam pemaparannya, Ratih menjelaskan bagaimana sampah plastik menjadi salah satu ancaman bagi keberlangsungan biota yang ada di darat maupun di laut. Sedih rasanya ketika tahu bahwa satwa-satwa liar ikut terdampak dari ulah manusia yang suka pakai plastik sekali pakai, ya.

Damai Mendrofa menjawab pertanyaan dari peserta webinar (Sahda Nabilah Agusta | PRIMALI Berdaya)

“Saat ini kita belum memiliki kepedulian yang betul-betul nyata terhadap ekosistem,” ujar Ratih, yang pernah meneliti tentang Plastic, Data Survey & Monitoring for Household, Non Household, and Landfill in Alor Island, Nusa Penida and Labuan Bajo Island-Indonesia untuk PFON. Ratih merupakan seorang lulusan sarjana Ilmu Kelautan dari Universitas Udayana. Aktivitas Ratih dalam mengadvokasi isu-isu lingkungan dapat dilihat pada kontribusinya dalam menjadi Koordinator Volunteer acara Earth Hour di Bali pada tahun 2018 dan menjadi Asisten dalam Program Pariwisata Kelautan dan Pari Hiu WWF Indonesia pada 2020-2021.

Ratih menyebutkan bahwa ancaman sampah plastik turut berdampak pada mangrove. Karena itulah ia menyampaikan sejumlah solusi yang sudah dilakukan di sejumlah negara di mana kawasan pantai yang memiliki mangrove, dijadikan area terlindungi bernama Marine Protected Area. Sejumlah target area yang menjadi perhatian dari upaya mengurangi sampah plastik ini adalah tempat wisata pantai yang sering didatangi banyak orang. Dengan menjadikan lokasi-lokasi wisata pantai ini sebagai area yang terlindungi, maka keberadaan sampah plastik bisa diminimalisir.

Menjaga kebersihan di pantai adalah salah satu cara untuk melindungi laut dari sampah (Mufidz Ma’sum | IAR Indonesia)

Selain mangrove, salah satu bahaya keberadaan sampah plastik di laut, dicontohkan Ratih dari sebuah video yang dia putar di acara tersebut yang menampilkan ikan pari manta. Sampah-sampah plastik di lautan yang tanpa sengaja termakan oleh satwa ini akan meninggalkan mikro plastik dalam tubuhnya.

Selanjutnya, di sesi Damai, dalam pemaparannya, Damai mengimbau para partisipan untuk terus maju bergerak dalam menyuarakan isu konservasi lingkungan dan satwa liar agar keberlangsungan ekosistem tetap terjaga, lho. Menurut bang Damai perubahan hadir dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, baru yang lain akan mengikuti.

Masih banyak insight yang dipetik dari Talkshow kemarin, tapi alangkah baiknya kalau kalian tonton tayangan ulangnya di channel youtube PRIMALI Berdaya pada link berikut ini:

Oya, berhubung konservasi merupakan “never ending movement”, kami mau mengajak kalian bersama-sama mengadvokasi isu konservasi lingkungan dan satwa liar di Indonesia melalui cara kalian sendiri nih.

Yuk, gunakan suara yang kita miliki untuk membantu mereka yang nggak bisa bersuara! Salah satunya dengan bergabung bersama kita nih. Program Integrasi Masyarakat dan Lingkungan Berdaya atau PRIMALI Berdaya merupakan sebuah program yang dibentuk oleh sekelompok mahasiswa pada awal Februari 2022 dalam mengintegrasi masyarakat dan lingkungan dalam menjaga kelestarian satwa liar di Indonesia. PRIMALI Berdaya sendiri merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa dengan Yayasan IAR Indonesia dalam mengadvokasi isu konservasi satwa liar di Indonesia.

Yuk, dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Sahda Nabilah Agusta

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait