Merayakan Keberagaman Primata Nonmanusia di Hari Primata Indonesia 2023

18 Apr 2023
Admin YIARI

Merayakan Keberagaman Primata Nonmanusia di Hari Primata Indonesia 2023

oleh | Apr 18, 2023

Yayasan IAR Indonesia berkolaborasi dengan Forum Orangutan Indonesia pada Januari lalu menyelenggarakan perayaan Hari Primata Indonesia (HPI) 2023. Tak kurang 27 organisasi bergabung dalam kegiatan HPI 2023 yang tersebar di dekat ataupun di luar habitat. Tahun ini, kami mengangkat tema “Setiap Primata Itu Berarti”. Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa kehadiran primata nonmanusia merupakan bagian dari ekosistem yang memberikan banyak kebaikan yang sangat berarti. Sebagai aktivitas kolaborasi, kami membebaskan kolaborator untuk melakukan berbagai kegiatan  misalnya mengunggah konten edukatif di media sosial, penggalangan dana, seminar/webinar atau gelar wicara dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini dipilih agar kolaborator bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi.

Kilas Balik Peringatan HPI

Peringatan HPI pertama kalinya digiatkan pada 2014 oleh PROFAUNA Indonesia. Organisasi yang bergerak di bidang konservasi hutan dan perlindungan satwa liar ini prihatin terhadap perdagangan ilegal primata yang semakin marak pada 2013. Tanggal 30 Januari dipilih didasari pada kampanye “Primate Freedom Tour” pada 2011 di kota-kota di pulau Jawa dan Bali untuk perlindungan primata Indonesia.

Di tahun-tahun sebelumnya, kami juga mengorganisasikan HPI dengan tema “Hidup Selaras: Manusia dan Primata Saling Menjaga Alam”. Gelar wicara, pertunjukan seni, dan challenge menjadi kegiatan yang kami lakukan bersama beberapa kolaborator. Sedangkan pada 2021, webinar menjadi aktivitas utama kami yang mengangkat “Serba-serbi Primata di Media Sosial”. Selain itu, kami juga menggalang dana melalui penjualan cendera mata bersama Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Akuatik, dan Hewan Eksotik Indonesia untuk disalurkan ke Wildlife Rescue Centre, Yogyakarta.

Salah satu topik bahasan dalam webinar untuk memperingati Hari Primata Indonesia di tahun 2021 adalah dampak negatif pemeliharaan primata. Disini drh. Meri dari Jakarta Animal Aid Network / Jaringan Satwa Indonesia memaparkan akibat-akibat buruk dari pemeliharaan primata di rumah (Foto: Yayasan IAR Indonesia)

Semarak HPI 2023

Sejauh pengamatan kami, kegiatan HPI 2023 telah dilakukan dengan berbagai bentuk. Misalnya diskusi, kampanye, edukasi dan penyadartahuan, kemah konservasi, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengamatan kami, semarak HPI 2023 dirayakan di beberapa daerah di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi oleh kolaborator.

Di Sumatera, sebuah organisasi pemerhati primata di Kabupaten Natuna bernama Mantau Kekah misalnya, melakukan pengamatan kekah (Presbytis natunae) di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Natuna. Yayasan IAR sendiri berkegiatan kemah yang bertajuk Batutegi Conservation Camp di KPH Batutegi, Lampung yang diikuti oleh beberapa komunitas. Selain mengenalkan tentang Yayasan IAR Indonesia, peserta juga diajak berdiskusi asyik tentang konservasi primata di Indonesia, menanam pohon, serta pengenalan camera trap.

Kegiatan penanaman pohon dilangsungkan pada Conservation Camp sebagai ajang menyebarluaskan kesadaran lingkungan bagi para pemuda Batutegi, Lampung (Denny Setiawan | Yayasan IAR Indonesia)

Yayasan Orangutan Indonesia mengadakan Diskusi dan Kampanye bersama Kader Konservasi tingkat SMA sederajat di Kotawaringin Barat. Setelahnya, dilakukan Focus Group Discussion yang berkaitan dengan Rencana Tindak Lanjut yang dilakukan bersama Generasi Muda.

Bergesar ke timur, kolaborasi dalam  kampanye penyadartahuan primata berlangsung semarak. Balla Konservasi Wallacea dan Sikola Ale’ beserta BKSDA Sulawesi Selatan, TN Bantimurung Bulusaraung, dan Fauna dan Flora Internasional berkongsi melakukan kegiatan ini di car free day di Jalan Boulevard dan Samangki di Kabupaten Maros pada Minggu (29/1).

Little Fireface Project yang berbasis di Garut terlibat dalam gelar wicara yang mengangkat topik tentang miskonsepsi terkait spesies kukang (Nycticebus sp.). Rimba Experiences melakukan kegiatan serupa bersama komunitas-komunitas di sekitar Ciwidey, Bandung. Terakhir, Asta Conservation memperingati HPI 2023 dengan membuat give away berupa Kalender Satwa 2023 yang diterbitkan secara terbatas.

Merayakan Keanekaragaman Primata Indonesia

Keberadaan primata di Indonesia adalah suatu kebanggaan terhadap kekayaan hayatinya. Hingga saat ini, keanekaragaman spesies primata di Indonesia berjumlah 64 spesies. Tidak mungkin di tahun-tahun selanjutnya akan bertambah seiring dengan penelitian terkini.

Krabuku ingkat (Cephalopachus bancanus) adalah salah satu satwa dilindungi di Indonesia yang hidup di pedalaman hutan Sumatra. Tugas kita sekarang adalah melindunginya dari berbagai macam ancaman yang mengancam populiasinya di alam (Muhidin | Yayasan IAR Indonesia)

Dari yang berukuran kecil seperti tarsius, hingga yang berukuran besar seperti orangutan. Dari yang bersembunyi di kegelapan malam seperti kukang, hingga menikmati senja seperti bekantan. Primata Indonesia selayaknya cerminan kehidupan sosial kita. Hidup dalam komunitas yang besar seperti yaki, atau hidup dalam keluarga kecil nan harmonis selayaknya siamang.

Perayaan Hari Primata Indonesia dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 30 Januari. Peringatan ini tentu bukanlah sekadar perayaan semata. Ada makna dan pesan yang selalu menjadi pengingat kita, akan pentingnya keberadaan primata Indonesia, untuk kita jaga, untuk kita lestarikan, untuk tetap menjadi kebanggaan Indonesia.

Sebelum menutup artikel ini, kami punya pantun:

Kaki bekantan ada selaputnya

Kami tunggu kolaborasimu di HPI berikutnya!

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Afrizal Abdi

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait