IAR Indonesia Terima Dua Ekor Kukang Pemberian Warga

20 Jul 2010
Admin YIARI

IAR Indonesia Terima Dua Ekor Kukang Pemberian Warga

oleh | Jul 20, 2010

IAR, Bogor — Pusat rehabilitasi satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia menerima dua ekor Kukang hasil pemberian warga di dua daerah yang berbeda.
Kukang Jawa berjenis kelamin betina yang dinamai Waka-waka ini adalah Kukang yang pertama diserahkan ke tim rescue dari pemiliknya Husna Dwi Putra di kediamannya di Karawang, Jawa Barat, pada 26 Juni 2010 lalu.

Menurut penuturan Husni, Kukang tersebut dibeli dari seorang pedagang hewan satwa di daerah Bandung, Jawa Barat, seharga Rp 150.000. Kala itu, umur Kukang masih belia.

“Kata pedagangnya umur Waka-waka masih bayi,” kata Husni kepada tim rescue, Juni lalu di kediamannya.

Selama dipelihara, Kukang dikandangkan di dalam sebuah kotak kayu berukuran tiga kali lipat besar tubuhnya dan diletakkan di sekitar halaman rumah. Soal konsumsi makanan, Husni sering memberinya coklat dan pisang yang sudah dicairkan terlebih dulu.

Tim Rescue, yang menyambangi Kukang tersebut di Karawang, setelah melakukan pemeriksaan intensif, menemukan beberapa masalah menyangkut kondisi kesehatan gigi. Bagian rahang atas dan bawah serta gigi taring tampak ompong. Bukan hanya itu, kondisi gigi dibagian lainnya, juga dalam keadaan rusak.

“Agar tidak terjadi kebusukan gigi, ini harus dilakukan operasi pencabutan gigi sehingga gigi yang kemungkinan akan busuk tidak menyebarluas,” kata Tim Rescue.

Berbeda dengan kondisi Kukang Sumatera jantan milik Havid, warga asal Depok, Jawa Barat. Kukang berusia 2 tahun bernama Zakumi yang baru dipelihara selama sehari ini masih menunjukan kondisi kesehatan yang baik meski giginya sudah tak utuh lagi.

“Kalau ditemukan ada indikasi berbahaya yang dapat mengancam gigi Kukang, ada kemungkinan dilakukan operasi pencabutan,” kata Tim Rescue.

Selama dipelihara didalam kandang plastik berukuran 50×30 centimeter dan diletakkan didalam rumah, Kukang ini hanya diberi makan pisang dan pepaya.

Berselang sehari, sang pemilik lalu menyadari bahwa keinginannya memelihara hewan satwa tidak dibenarkan oleh Undang-undang. Hal itu diketahui setelah dia membaca informasi seputar Kukang di internet.

Akhirnya Havid memutuskan untuk mengembalikan Kukang ke habitat aslinya melalui penanganan tim rescue pada 1 Juli 2010 lalu.

Zakumi telah berganti nama menjadi Josh, dan kini kedua Kukang tersebut telah berada di Pusat Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia di Ciapus, Curug Nangka, Bogor, Jawa Barat, untuk menjalani serangkaian proses pembekalan sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

7
Jul 4, 2024

Lima Prinsip Kesejahteraan Satwa yang Harus Kamu Ingat!

Pasti Sobat #KonservasYIARI mendambakan hidup sejahtera dan bebas, bukan? Seperti halnya manusia, hewan juga merupakan makhluk hidup yang berhak menikmati kehidupan yang bebas dan sejahtera. Kesejahteraan hewan, yang dikenal dengan lima prinsip kebebasan...

7
Jun 26, 2024

Hutan Mangrove, Rumah bagi Biota dan Fauna yang Mesti Dilindungi

Fungsi hutan mangrove ternyata lebih banyak daripada yang kita duga, fungsi dan perannya tidak hanya melulu menahan laju abrasi pantai. Sebab, berbagai jenis biota dan fauna menghuni kawasan ekosistem satu ini, memberi manfaat bagi lingkungan maupun untuk...

Artikel Terkait