Asiknya Peringati Hari Bumi dengan Green Picnic Kader Konservasi YIARI

28 Apr 2016
Risanti

Asiknya Peringati Hari Bumi dengan Green Picnic Kader Konservasi YIARI

oleh | Apr 28, 2016

Ketapang – Bertepatan dengan momeni hari bumi tanggal 22 April 2016 Yayasan IAR Indonesia mengadakan kegiatan dengan mengangkat tema “Green Picnic,  Ekspresika Rasa Sayang Pada Bumi Lewat Perilaku Ramah Lingkungan”. Kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Air Mata permai desa Sungai Awan Kanan ini dimaksudkan pula sebagai wadah mengaplikasikan perilaku ramah lingkungan dengan melakukan Beach clean up (bersih-bersih pantai) dari sampah plastik, demonstrasi pembuatan kompos dan produk reusable bag dari kaos bekas serta lomba membuat produk recycle dari sampah plastik hasil bersih-bersih pantai. Kegiatan ini diikuti oleh kader konservasi YIARI dan Kader konservasi Pramuka Ketapang.

greenpicnic1greenpicnic2

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kepada anak-anak kader tentang perilaku ramah lingkungan, yang dikemas dalam bentuk kegiatan yang fun sambil melaksanakan Green Picnic yang bebas sampah” Ungkap Riyan salah satu Tim Edukasi Yayasan IAR Indonesia. Mengawali kegiatan peringatan hari bumi ini, Pitriyadi yang merupakan Kepala bagian Dinas Kebersihan dan Pertamanan kabupaten Ketapang, mengisi kelas alam dengan materi sampah dan pengelolaannya. Kegiatan dilanjutkan oleh Hj. Sumarsinah yang merupakan kepala seksi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Ketapang dengan mempraktekan pembuatan kompos dari sampah buah-buahan.

greenpicnic3

“Kami merasa senang telah diundang dan menjadi bagian dari kegiatan Green Picnic ini. Kegiatan ini tentunya sangat baik, terutama untuk mencontohkan bagaimana beraktivitas yang ramah lingkungan bagi para pemuda di Ketapang” Ungkap Kak Pit, sapaan akrab Pitriyadi.  Kelas alam juga merupakan bentuk integrasi dari program pembinaan kader konservasi YIARI untuk menambah pengetahuan mereka sebelum melaksanakan aktivitas lingkungan di tempat mereka masing-masing.

Aktivitas lain yang dilakukan kader konservasi YIARI adalah bersih-bersih pantai. Sebagai salah satu objek wisata unggulan di Ketapang, Pantai Air Mata permai, masih tidak luput dari sampah. Meskipun telah disediakan tempat sampah, tetap saja masih ada tangan-tangan tidak bertanggungjawab yang menyebar sampah ini secara sembarangan. Mita, salah satu kader konservasi angkatan ke 3 mengungkapkan “Kegiatan ini menjadi wadah bagi kami untuk menunjukkan aksi Nyata dalam penyelamatan bumi, dan momen hari bumi ini dirasakan sangat tepat, sekaligus kami juga bisa mengampayekan pada pengunjung pantai hari ini akan pentingnya menjaga bumi dan menghindarkannya dari sampah,” kata dia.

greenpicnic4

greenpicnic5

 

 

 

 

 

 

Setelah melakukan beach clean up, para kader kemudian diberikan demonstrasi mengenai pembuatan reusable bag dari kaos bekas. Peserta terlihat sangat antusias, dan tidak sedikit dari mereka yang begitu kreatif dalam membuat reusable bag ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba recycle, dimana peserta yang berjumlah 26 orang dibagi menjadi 5 kelompok. Adapun bahan yang mereka gunakan adalah sampah dari hasil beach clean up yang mereka laksanakan sebelumnya. Semua grup membuat berbagai produk yang kebanyakan menggunakan sampah plastik, seperti bekas botol air mineral, sedotan dan lain sebagainya.

greenpicnic6

greenpicnic7

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

7
Jul 4, 2024

Lima Prinsip Kesejahteraan Satwa yang Harus Kamu Ingat!

Pasti Sobat #KonservasYIARI mendambakan hidup sejahtera dan bebas, bukan? Seperti halnya manusia, hewan juga merupakan makhluk hidup yang berhak menikmati kehidupan yang bebas dan sejahtera. Kesejahteraan hewan, yang dikenal dengan lima prinsip kebebasan...

7
Jun 26, 2024

Hutan Mangrove, Rumah bagi Biota dan Fauna yang Mesti Dilindungi

Fungsi hutan mangrove ternyata lebih banyak daripada yang kita duga, fungsi dan perannya tidak hanya melulu menahan laju abrasi pantai. Sebab, berbagai jenis biota dan fauna menghuni kawasan ekosistem satu ini, memberi manfaat bagi lingkungan maupun untuk...

Artikel Terkait