Ambil Peran dalam Konservasi Burung Indonesia melalui Kegiatan PPBI

24 Mei 2023
Admin YIARI

Ambil Peran dalam Konservasi Burung Indonesia melalui Kegiatan PPBI

oleh | Mei 24, 2023

Sobat #KonservasYIARI suka mengamati lingkungan sekitar gak? Atau pernah ikut pengamatan satwa? Gimana kalau pengamatan burung? Pada 5 – 7 Mei 2023 lalu, tim dari YIARI ikut serta dalam kegiatan Pertemuan Pengamat Burung Indonesia Kesepuluh (PPBI X) nih, di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

PPBI merupakan kegiatan pertemuan pengamat burung yang rutin dilakukan setiap tahunnya dengan lokasi yang berbeda-beda. Namun, kegiatan ini sempat terhenti nih sob akibat pandemi Covid-19, dan kegiatan kesepuluh ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan lagi setelah masa 2 tahun vakum tersebut.

Foto bersama peserta PPBI X pada hari pertama (Prema Ananda)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas Satwa Alam Bali (SAB) yang dibantu oleh para sponsor dari Sol Benoa, Oemah Padi, YIARI, Jelajah Alam Indonesia, Canon, Museum Patung Burung, Birding Indonesia, Birdpacker, Pondok Edukasi Pangkung Capung, Bogor Nature Wildlife Photography, dan Sriwijaya Camera Denpasar.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 110 dan berasal dari berbagai daerah, loh! Selain dari Bali, banyak peserta yang berasal dari Pulau Lombok dan Pulau Jawa (Jakarta, Jogja, Jawa Tengah, Malang, Surabaya, serta Kediri), bahkan dari provinsi NTT (Sumba-Flores) dan Kalimantan barat (Pontianak)!

Peserta terdiri dari berbagai macam profesi, seperti mahasiswa, staff BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam), staff Balai Taman Nasional, pengusaha, pegiat LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dokter hewan, hingga dokter manusia.

Keseruan peserta PPBI X melihat hasil foto serta mengidentifikasi burung yang dilihat (Prema Ananda)

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang mewakili Bupati Tabanan pada tanggal 5 Mei 2023 pukul 17.00 di Gedung Serbaguna Aula Desa Penatahan. Selain kepala dinas pertanian, hadir pula Camat Penebel dan Kepala Desa Penatahan saat pembukaan acara.

Selama 3 hari, para pengamat burung dari berbagai wilayah ini berdiskusi, melakukan pengamatan, dan mengabadikan potret burung liar melalui foto dengan tujuan konservatif, untuk saling menjaga dan bangga terhadap biodiversitas yang dimiliki Indonesia.

Kegiatan dilakukan di areal persawahan Desa Penatahan dan hutan di sekitar pura luhur batukaru. Desa Penatahan dan Kawasan Batukaru dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kekentalan budaya bali serta konsep Tri Hita Karana-nya, yang berarti tiga hubungan yang harmonis yang menyebabkan kebahagiaan bagi umat manusia. Lokasi ini juga memiliki beberapa jenis burung yang sudah sulit ditemui di tempat lain, seperti jenis bondol oto-hitam (Lonchura ferruginosa) dan juga beluk-watu jawa (Glaucidium castanopterum).

Foto bersama peserta PPBI X pada hari ketiga (Key Miyamoto)

Pada sesi diskusi, terungkap bahwa hingga kini masih banyak terjadi perburuan dan perdagangan burung di seluruh Indonesia. Karena hal tersebut, seluruh peserta pun menyepakati komitmen untuk mengupayakan kegiatan preventif terhadap eksploitasi burung di alam liar. Bentuk komitmen tersebut akan dikerjakan pada tahun 2023 dan diperkenalkan pada pertemuan pengamat burung selanjutnya pada tahun 2024 yang rencananya akan dilaksanakan di Desa Mendolo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait