Akhirnya, Mereka Bisa Belajar Komputer

18 Mei 2022
Heribertus Suciadi

Akhirnya, Mereka Bisa Belajar Komputer

oleh | Mei 18, 2022

Kalau sekarang kalian lagi baca ini di gawai kalian sembari menikmati listrik dan internet, apalagi sambil rebahan pula, bersyukurlah! Masih banyak kawan-kawan kita yang bahkan sampai saat ini belum mempunyai listrik di daerah mereka tinggal. Salah satunya kawan-kawan di Desa Baras Nabun dan Desa Teluk Harapan di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Desa Baras Nabun ini lumayan terpencil, jarak dari kota terdekat, Nanga Pinoh, mencapai 9 jam perjalanan sungai dengan menggunakan speedboat.

Nah, untuk membantu siswa-siswi yang bersekolah di sana supaya tidak jauh tertinggal dengan mereka yang ada di kota, Yayasan IAR Indonesia memberikan bantuan berupa sejumlah laptop di tiga sekolah di Desa Baras Nabun dan Desa Teluk Harapan di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang. Ketiga sekolah itu adalah SDN 8 Baras Nabun dan SMP Negeri 2 Serawai di Desa Baras Nabun, serta SDN 21 Teluk Payang di Desa Teluk Harapan.

Siswa-siswi di SDN 8 Baras Nabun (Rudiansyah | IAR Indonesia)

Dalam kegiatan yang didukung oleh Dinas Pendidikan Sintang ini, total ada 20 laptop yang kami serahkan ke pihak sekolah. SDN 08 Baras Nabun mendapatkan lima laptop, SDN 21 Teluk Payang mendapatkan lima komputer, dan SMPN 8 Baras Nabun mendapatkan sepuluh laptop. Masing-masing sekolah juga mendapatkan printer, stabilizer dan Unintrruptible Power Suply (UPS).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Direktur Program kami, Karmele Llano Sanchez dan Kepala Program kami, Argitoe Ranting pada 14 Februari 2022, tepat sewaktu kami ulang tahun ke-14, Sob. Laptop diterima oleh Kepala SDN 08 Baras Nabun, Antonius Al Iding, S.Pd, Kepala  SMP Negeri 2 Serawai, Yosafat Unu, dan Kepala SDN 21 Teluk Payang, Herlinawati.

Pemberian bantuan laptop ini berawal dari adanya kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Oktober 2021 oleh tim edukasi kami di SDN 08 Baras Nabun, SMPN 2 Serawai, dan rumah Kepala Sekolah SDN 21 Teluk Payang. Kegiatan ini disambut baik oleh siswa dan guru di sana karena memberikan warna tersendiri dan membantu peserta didik memahami perlindungan orangutan dan satwa lainnya. Bahkan pihak sekolah juiga meminta agar kegiatan pendidikan lingkungan hidup ini berjalan secara rutin dan bersinambungan. Sekolah juga mengajukan permohonan bantuan laptop guna menunjang proses pembelajaran dan mendukung administrasi kegiatan di sekolah.

Sesaat sebelum penyerahan laptop secara simbolis untuk SDN 8 Baras Nabun (Rudiansyah | IAR Indonesia)

Perangkat komputer atau laptop bagi siswa sekolah dasar dan SMP saat ini sangat dibutuhkan mengingat sejak tahun lalu Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dilakukan secara daring. So, pelajar sekolah saat ini dituntut untuk bisa mengerjakan soal secara daring dan berdurasi menggunakan laptop untuk mengisi pertanyaan pilihan ganda, mencocokan, dan esai. Nah, kebayang kan sulitnya teman-teman kita di Baras Nabun ini untuk keep up dengan aturan baru ini?

Mengingat kedua desa ini tidak dialiri listrik, warga desa dan sekolah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya yang mengandalkan ketersediaan cahaya matahari untuk bisa menggunakan peralatan elektronik. Dari hasil penilaian yang kami lakukan, sekolah-sekolah yang menerima bantuan laptop ini sudah mempunyai solar panel dengan daya 1000-2000 watt dan genset dengan daya 3000 watt. Artinya, tanpa listrik PLN, sekolah ini sudah bisa menggunakan perangkat elektronik termasuk laptop. Masing-masing sekolah juga sudah punya ruangan yang memadai untuk dijadikan tempat pelatihan komputer dan sebagian besar gurunya sudah memiliki kemampuan dasar menggunakan komputer.

Saat ini SDN 08 Baras Nabun dan SDN 21 Teluk Payang menggunakan laptop ini untuk ekstrakurikuler komputer untuk siswa kelas 1-3, sedangkan kelas 4-6 menggunakan laptop ini untuk persiapan ujian ANBK secara online yang diselengarakan oleh Dinas Pendidikan setiap tahun. Sedangkan di SMPN 2 Serawai, laptop ini digunakan untuk mata pelajaran wajib bagi kelas 7 dan muatan lokal bagi kelas 8 dan 9. Lega ya dengernya, semoga makin banyak bantuan-bantuan seperti ini untuk teman-teman di pelosok ya.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

Artikel Terkait