Halo sobat #KonservasYIARI!
Mungkin sebagian dari kita tidak menganggap ketersediaan air sebagai masalah utama.
Namun, perlu diketahui bahwa meskipun air menutupi lebih dari 70% permukaan bumi, hanya sekitar 3% air tersebut yang merupakan air tawar dan dapat digunakan.
Kenyataan ini sungguh mengkhawatirkan, mengingat pentingnya air sebagai sumber daya alam yang vital untuk kehidupan di bumi.
Lantas, mengapa penting untuk menjaga air? Dan apa saja langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi pada pelestarian air?
Yuk, simak penjelasan berikut!
Manfaat Menghemat Air
Berikut merupakan beberapa manfaat yang dapat kita rasakan jika menghemat air:
1. Pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati
Dengan menghemat air, kita membantu melestarikan ekosistem, lho!
Nantinya, hal ini juga berperan menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem. Bahkan, ekosistem air tawar, seperti sungai, danau, dan lahan basah, sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup untuk mendukung kehidupan.
Nah, penggunaan air yang berlebihan menyebabkan penurunan aliran sungai, yang berdampak negatif pada flora dan fauna yang hidup di dalamnya.
2. Keberlanjutan sumber daya air dan perlindungan terhadap risiko bencana
Dengan mengurangi penggunaan air secara berlebihan, kita menjaga cadangan air bawah tanah, sungai, dan danau.
Menghemat air membantu menjaga keseimbangan alami siklus hidrologi, mengurangi risiko bencana kekeringan, dan menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masa depan.
3. Menjaga ketahanan pangan
Di sektor pertanian, air merupakan komponen krusial dalam sumber daya yang digunakan. Air juga sangat penting dalam produksi pangan.
Dengan memelihara keseimbangan air di daerah yang sering mengalami kekeringan, kita ikut serta dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, sobat.
4. Ekonomis
Tanpa disadari, menghemat air juga memiliki manfaat ekonomi yang signifikan. Di tingkat rumah tangga, menghemat air dapat mengurangi tagihan air dan energi.
Mengapa sekaligus menghemat energi? Hal tersebut dikarenakan banyak proses yang memerlukan air juga memerlukan energi, seperti halnya pemanas air dan filter air.
5. Pengurangan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, bahwa produksi, distribusi, dan pemurnian air memerlukan energi, yang sebagian besar dihasilkan dari bahan bakar fosil.
Nah, dengan menghemat air, kita juga mengurangi penggunaan energi terkait pemrosesan air, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon secara keseluruhan.
6. Peningkatan kualitas hidup
Penting untuk disadari beberapa daerah di Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan beberapa bagian Jawa Barat masih mengalami kekurangan air.
Dengan berhemat air, kita membantu meningkatkan akses ke air bersih dan aman untuk banyak orang. Oleh karena itu, mari hindari pemborosan air, ya.
Risiko Tidak Menghemat Air
Perubahan iklim tak jarang memicu cuaca ekstrem, kondisi tersebut membuat ketersediaan air semakin sulit diprediksi, memperparah kekurangan air, atau dapat mencemari pasokan yang ada.
Tantangan-tantangan seperti ini tentu berdampak pada kelangsungan sumber daya air dan ekosistem.
Memang, apa sih risiko yang diperoleh jika tidak menghemat air?
Degradasi lingkungan
Penggunaan air secara berlebihan dapat mengakibatkan degradasi lingkungan yang serius, termasuk pengeringan sungai, danau, dan lahan basah.
Jika kondisi ini dibiarkan berlanjut, bukan hanya habitat alami berbagai spesies yang akan terancam, tetapi juga fungsi ekosistem seperti penyerapan karbon dan pengendalian banjir akan menurun.
Kekurangan air bersih
Apabila kita tidak menghemat air, sumber daya air dapat menjadi semakin langka. Kekurangan air bersih akan berdampak pada sanitasi, ketersediaan air minum, dan masih banyak dampak lainnya.
Risiko bencana
Pemanfaatan air yang tidak terkendali juga memperburuk risiko bencana alam seperti kekeringan, lho. Bahkan banjir dapat terjadi akibat penggunaan air yang berlebihan di hulu, sehingga menyebabkan aliran air yang tidak terkendali di hilir.
12 Cara Menghemat Air
Menanggapi kemungkinan risiko boros air di atas, kita perlu tahu nih langkah-langkah kecil yang bisa kita mulai dari rumah dalam menghemat air. Yuk, simak tipsnya:
1. Perbaiki pipa, toilet, dan keran yang bocor
Menurut data dari National Geographic, rata-rata 10 galon air per hari, atau sekitar 14% dari total penggunaan air di rumah, hilang akibat kebocoran. Memperbaiki kebocoran air merupakan salah satu cara paling efektif dan mudah untuk menghemat air di rumah Anda.
2. Matikan keran saat proses cuci tangan, menggosok Gigi, atau mencuci piring
Kebiasaan sederhana mematikan keran dapat menghemat banyak air setiap kali kita melakukannya. Terdengar sepele, namun sering kali beberapa orang membiarkan air mengalir saat sedang menggosok tangan dengan sabun, atau saat sedang mencuci piring.
3. Memanfaatkan air bekas
Kita juga bisa loh memanfaatkan air bekas cucian (seperti air bekas cucian beras, baju, dsb.) untuk menyiram tanaman atau halaman rumah. Hal tersebut mengurangi kebutuhan air bersih untuk keperluan yang sama.
4. Memperhatikan durasi mandi
Mempersingkat waktu mandi menjadi salah satu cara paling mudah untuk menghemat air di rumah. Tanpa disadari, mandi dengan durasi lama juga membutuhkan lebih banyak air yang digunakan. Untuk itu, membatasi waktu mandi bisa membantu mengontrol penggunaan air.
5. Merendam cucian piring
Dibandingkan mencuci piring di bawah aliran air secara terus menerus, kita bisa merendam piring dalam air sabun terlebih dahulu, kemudian sikat dan bilas semua piring sekaligus. Cara tersebut lebih menghemat air dibandingkan harus mencuci satu per satu di bawah keran.
6. Menggunakan ember saat mencuci kendaraan
Alih-alih menggunakan selang yang terus menerus mengalir, mencuci kendaraan dengan menggunakan ember adalah cara yang lebih hemat air.
Metode ini memungkinkan kamu untuk mengontrol jumlah air yang digunakan, menghindari pemborosan air yang tidak perlu. Dengan menggunakan ember, air yang dibutuhkan bisa dibatasi hanya pada jumlah yang benar-benar diperlukan, sehingga mengurangi pemborosan air secara signifikan selama proses pencucian.
7. Memasang aerator pada keran
Memasang aerator pada keran adalah solusi cerdas untuk menghemat air. Aerator, yang dipasang pada ujung keran, berfungsi untuk mengatur aliran air dengan memasukkan udara ke dalam aliran tersebut.
Ini membantu air mengalir dengan tekanan yang tetap tinggi, sementara volume air yang digunakan jauh lebih sedikit. Hasilnya, kamu bisa menghemat air secara signifikan tanpa merasakan perbedaan pada kekuatan semprotan air.
8. Matikan keran saat tidak digunakan
Sangat penting untuk mematikan keran saat tidak sedang digunakan ya, sobat. Selain menghemat air, kebiasaan ini juga menghindari risiko kerusakan yang disebabkan oleh air yang terus mengalir.
Biasanya, kebocoran air yang tidak terdeteksi atau lupa mematikan keran menyebabkan air meluber, yang bisa merusak lantai dan perabot, bahkan dalam beberapa kasus, menyebabkan banjir dalam rumah.
9. Memerhatikan waktu menyiram tanaman
Memerhatikan waktu menyiram tanaman sangat penting untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan air. Menyiram tanaman pada pagi atau sore hari adalah cara terbaik untuk mengurangi penguapan air berlebihan.
Pada saat-saat ini, suhu lebih rendah dan intensitas sinar matahari lebih lembut. Artinya, air yang kamu gunakan untuk menyiram akan diserap oleh tanah dengan lebih efektif dan tidak banyak yang hilang karena penguapan.
10. Menggunakan mesin cuci dengan muatan penuh
Gunakan mesin cuci hanya ketika muatannya penuh. Mesin cuci modern dirancang untuk menggunakan jumlah air yang hampir sama, terlepas dari berat beban cucian. Ini berarti menjalankan mesin dengan muatan kecil akan mengkonsumsi hampir sama banyak air seperti saat muatan penuh.
Oleh karena itu, kumpulkan cucian hingga cukup untuk muatan penuh sebelum menggunakan mesin cuci.
11. Gunakan wadah saat mencuci buah dan sayur
Membiarkan air terus mengalir saat mencuci buah dan sayuran membutuhkan banyak air dan tidak efisien.
Sebagai alternatif yang lebih hemat, gunakanlah wadah berisi air untuk membersihkan buah dan sayur sebelum dikonsumsi. Cara ini memungkinkan kamu untuk mengontrol penggunaan air dan mengurangi pemborosan. Air dalam wadah dapat dipakai untuk mencuci beberapa kali hingga kotoran dari buah dan sayur benar-benar bersih.
12. Memasak air secukupnya
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memerlukan penggunaan air matang, seperti untuk memasak, minum, baking, dsb. Untuk meminimalkan penggunaan air berlebih, kita bisa menakar terlebih dahulu kebutuhan penggunaan air yang akan dimasak sebelum dimanfaatkan.
Sobat #KonservasYIARI, berhemat air di rumah bukan hanya mengurangi pengeluaran energi kita, tetapi juga berkontribusi pada ketersediaan air bersih untuk semua. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana, kita dapat berpartisipasi dalam menjaga sumber daya vital ini untuk kehidupan dan ekosistem.
Jadi, mengapa menunda? Mari kita mulai menggunakan air dengan lebih bijak dari sekarang!
Nana Nadiya Mahardika
Sumber:
Featured image: Ilustrasi kran dalam rumah | National Geographic
https://www-unwater-org.translate.goog/water-facts?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://www.dw.com/id/air-bersih-untuk-dunia/a-5379327
https://www.nationalgeographic.com/environment/article/water-conservation-tips